Selasa, 06 November 2012

Tulisan Enam belas, Agungkan Sunnah

Nama               : Apriyanto Muchid
Npm                : 10209647
Kls                    : 4 EA 16
Tulisan Enam belas, Agungkan Sunnah
Mata kuliah     : Etika Bisnis #
Dosen              : Sri Murtiasih


Sunnah, ditinjau dari segi bahasa bermakna Ath Thoriq (jalan) dan As Siroh (perjalanan hidup).

Menurut istilah syari’at sunnah adalah semua perkara yang bersumber dari Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam selain dari Al Qur’anul karim baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun taqrir (pembenaran sikap beliau) dari hal- hal yang memiliki dalil secara syar’i.

Ini maksud sunnah dalam bahasan ini, bukan sunah dalam artian hukum fiqih, yaitu sesuatu yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak apa-apa.

Segala sesuatu yang diperintahkan, diajarkan dan dicontohkan oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam dinamakan sunnah.

Dengan kata lain sunnah adalah ajaran nabi. Jika kita ditanya apa hukumya mengikuti ajaran nabi, niscaya semua kaum muslimin akan menjawab wajib. Dan sebaliknya, barangsiapa yang mengingkari ajaran Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam maka dia kufur.

Firman Alloh Ta’ala :

... وَمَآ ءَاتَٮٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَہَٮٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ...

....Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Alloh... (QS. al-Hasyr[59]: 7)

Dalam ayat ini Alloh Subhanahu wata’ala mewajibkan kepada manusia agar menthoati perintah Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam dan menjauhi larangan- larangannya. Barangsiapa yang mentho'ati Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam berarti dia menthoati perintah Alloh.

Barangsiapa yang tidak mentho'atinya berarti dia tidak menthoati perintah Alloh. Ini diterangkan dalam ayat:

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَ‌ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظً۬ا (٨٠

Barangsiapa yang mentho’ati Rosul itu, sesungguhnya ia telah mentho’ati Alloh. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketho’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS. an-Nisa’[4]: 80)

Ayat-ayat yang menunjukkan wajibnya tho'at kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam banyak sekali kita jumpai, diantaranya:

....يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِى ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡ‌ۖ....

Hai orang-orang yang beriman, tho’atilah Alloh dan tho’atilah Rosul (Nya), dan ulil amri di antara kalian. (QS. an-Nisa’[4]: 59)

..... قُلۡ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ‌ۖ

Katakanlah: “Tho’atlah kepada Alloh dan tho’atlah kepada rosul… (QS. an-Nuur[24]: 54)

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬

رَّحِيمٌ۬ (٣١) قُلۡ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ‌ۖ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَـٰفِرِينَ (٣٢

Katakanlah: "Jika kamu [benar-benar] mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Tho’atilah Alloh dan Rosul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. Ali Imron[3]: 31-32)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبۡطِلُوٓاْ أَعۡمَـٰلَكُمۡ (٣٣

Hai orang-orang yang beriman, tho'atilah Alloh dan thoatilah Rosul dan janganlah kalian merusak (pahala) amal-amalmu. (QS. Muhammad[47]: 33)

Terus jaga hati dan niatnya karna Alloh, dan untuk dulur-dulur yang longgar mari barokahkan waktu 1/3 malam akhir yang mustajab ini dengan pol. Pada dulur-dulur yang sedang dicoba sakit, kesempitan, dan masalah semoga Alloh segera paring kesembuhan, sehat yang barokah, keluasan solusi, melimpahnya rizqi, dan dimudahkan dalam menyelesaikan semua masalah karna Alloh.... aamiin. Semangka.... :)

Tulisan Lima belas, Kehidupan di dunia hanya sementara

Nama               : Apriyanto Muchid
Npm                : 10209647
Kls                    : 4 EA 16
Tulisan Lima belas, Kehidupan di dunia hanya sementara
Mata kuliah     : Etika Bisnis #
Dosen              : Sri Murtiasih


Ingat, kehidupan ini hanya sebentar. Pada saatnya nanti kita akan memasuki alam kubur (alam barzakh) sampai datangnya hari kebangkitan (kiamat). Berutuglah bagi dulur-dulur yang mati khusnul khotimah dan banyak beramal sholih, karena di alam kubur tidak mengalami siksa sebagaimana orang-orang yang su'ul khotimah dan lalai jauh dari aturan Alloh rosul (QHJ).

Kemudian setelah hari kiamat tiba kita akan dikumpulkan di padang mahsyar, setelah itu kita menghadapi hari perhitungan (hisab). Dan kita akan menerima keputusan dari Alloh, apakah kita akan bahagia dalam surga ataukah akan sengsara dalam neraka.

Kehidupan setelah mati ini merupakan kehidupan panjang yang tidak terhingga. Kehidupan ini disebutkan dalam al-Qur’an dengan istilah خالدين فيها (kekal di dalamnya) atau dengan أبدا (selama-lamanya) atau dengan istilah لا ينقطع (tidak akan terputus).

Sehari dalam kehidupan akhirot ukurannya lima puluh ribu tahun kehidupan di dunia. Maka kita bisa lihat betapa pendeknya kehidupan manusia yang tidak ada sepersekian puluh ribu dari hari kehidupan akhirot.

Berapa umur manusia yang tertua, terlama, dan berapa yang sudah kita jalani?

Itu pun kalau kita anggap umur yang terpanjang, sedangkan ajal kita tidak tahu, mungkin esok atau lusa, bisa saja nanti.

Maka dari itu seorang yang berakal sehat akan lebih mengutamakan kehidupan yang panjang ini.

Seorang yang cerdas akan menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat yang abadi.

وَابْتَغِ فِيْمَآ ءَاتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا... القصص: 77

Dan carilah dengan apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirot, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi…. (QS. al-Qoshosh: 77)

Namun kebanyakan manusia lalai dari peringatan Alloh ini. Mereka lebih mementingkan kenikmatan dunia yang hanya sesaat dan lupa terhadap kehidupan akhirot yang kekal.

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَاْلأَخرَاةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى. الأعلى: 16-17

Tetapi kalian memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirot adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. al-A’la: 16-17)

Alloh hanya meminta kepada kita dalam kehidupan yang pendek ini untuk beribadah kepada-Nya semata dengan cara yang diajarkan oleh Rosul-Nya.

Hanya itu.

Kemudian Alloh akan anugerahkan kepada kita kebaikan yang besar di kehidupan yang panjang yaitu kehidupan akhirot

Kematian adalah sesuatu perkara yang pasti, sehingga sungguh kasihan kalau ada yang lebih mementingkan kesenangan sesaat dengan melupakan kehidupan abadi di akhirot nanti.

Alangkah bodohnya manusia yang membuang kesempatan kehidupannya di dunia hingga kematian menjemputnya. Padahal Alloh selalu memperingatkan dalam berbagai ayat-Nya bahwa kematian pasti akan datang dan tak tentu waktunya.

Jika ajal datang tidak akan bisa dimajukan dan dimundurkan :

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ. الأعراف: 34

Tiap-tiap umat memiliki ajal (batas waktu); maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya. (QS. al-A’roof: 34)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أَجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَأَُدْخِلَ

الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. ال عمران: 185

Tiap-tiap yang mempunyai jiwa akan merasakan kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imron: 185)

Untuk itu Alloh dan rosul-Nya memberikan wasiat kepada kita agar jangan sampai mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri).

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. ]ال عمران: 102[

Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati melainkan kalian mati dalam keadaan Islam. (QS. Ali Imron: 102)

Beruntunglah kita hidup sekali di dunia ini mendapat kan hidayah iman isalam QHJ yang sesuai dengan aturan Alloh dan rosul-Nya. Bisa menjalankan menetapi dan mempersungguh apa yang jadi syari'at Alloh murni dengan keseluruhan, tidak hanya mengimani sepotong-sepotong.

Sebagaimana terkandung secara makna dalam sayyidul istighfar:

أََللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا

سْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِ

ي فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Ya Alloh Engkau adalah Robb-ku, tidak ada ilah (yang patut disembah) kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku di atas janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku perbuat. Aku mengakui untuk-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku. Dan aku mengakui dosa-dosaku terhadap-Mu, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (HR. Bukhori, juz 7/150)

Tidaklah seseorang meminta ampun kepada Alloh dengan doa ini kecuali akan diampuni.

Dengan ikrar dan pernyataan kita tersebut, kita sadar bahwa semua anggota badan kita adalah milik Alloh. Untuk itu harus digunakan sesuai dengan kehendak pemiliknya.

Kita harus menggunakan tangan kita sesuai dengan kehendak Alloh.

Kita harus menggunakan kaki kita untuk berjalan di jalan yang diridhai Alloh.

Mata, lisan dan telinga kita harus dipakai pada apa yang dibolehkan oleh Alloh karena pada hakekatnya semua itu milik Alloh.

Siapakah yang lebih jahat dari orang yang menggunakan sesuatu milik Alloh untuk menentang Alloh?

Semua itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh dan akan ditanyakan langsung pada anggota badan tersebut.

Mereka (anggota badan tersebut) akan menjawab dengan jujur di hadapan Alloh untuk apa mereka digunakan.

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَاْلأَبْصَارَ وَاْلأَفْئِدَةَ كَلٌّ أُولَئِكَ كَانَ مَسْئُوْلاً.

الإسراء: 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS. al-Isroo’: 36)

Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak memutusnya (membarokahkannya) maka dia yang akan memutusmu (menghilangkan kesempatanmu).

Jika waktu tidak cepat dimanfaatkan dia akan membunuh kesempatan kita.

Alloh Ta'ala berfirman :

وَٱلۡعَصۡرِ (١

إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ (٢

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ (٣

1. Demi masa...
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya mentho'ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. al Ashr: 1-3)

Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌُ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ. رواه البخاري

Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia lalai daripadanya: nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan. (HR. Bukhori)

Kesempatan (waktu longgar) merupakan suatu kenikmatan besar yang Alloh berikan kepada manusia. Namun sayang, kebanyakan manusia lalai daripadanya dan tidak menggunakan kenikmatan tersebut untuk tho'at kepada Alloh, hingga kesempatan itu hilang dengan datangnya kematian.

Semua aktifitas kita di dunia ini adalah 'ibadah dalam rangka tho'at Alloh sebagai hamba, jadi selalulah jaga hati, luruskan niat, murnikan amalan karna Alloh. Mulai dari bangun tidur, makan minum, kerja, sekolah, kuliah, selalu awali dengan bissmillah. Niati semua hanya untuk Alloh, sekedar untuk mendapatkan ridho Alloh.

Alloh menciptakan kita adalah untuk satu tugas yang mulia yaitu beribadah hanya kepada-Nya. Alloh turunkan kitab-kitabnya, Alloh mengutus rosul-rosul–Nya adalah untuk misi ini.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ.الذاريات: 56

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (QS. adz-Dzariyat: 56)

Sehingga hidup kita ini tidaklah sia-sia, melainkan kehidupan sementara yang sarat akan makna dan kelak akan ditanya oleh Sang Pencipta yang membuat kita ada di dunia ini tentang apa yang kita perbuat di dunia ini.

Alloh Subhanahu wata'ala menjadikan kehidupan dan kematian sebagai ujian. Siapa di antara manusia yang terbaik amalannya?

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلَُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً. الملك: 2

(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. al-Mulk: 2)

Ajal kita tak tau, mungkin tak kan lama lagi, Barokahkan sisa hidup kita ini dengan pol maksimal ibadah mengharap rohmat Alloh dan takut siksa Nya, terus semangat untuk memperjuangkan tegak dan berkembangnya QHJ, dengan niat murni mukhlis karna Alloh. Semangka......

Tulisan Empat belas,Beberapa Sebab Tertolaknya Do'a

Nama               : Apriyanto Muchid
Npm                : 10209647
Kls                    : 4 EA 16
Tulisan Empat belas,Beberapa Sebab Tertolaknya Do'a
Mata kuliah     : Etika Bisnis #
Dosen              : Sri Murtiasih


Dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ.

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ

أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي. فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama dia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturohim, serta selama dia tidak tergesa-gesa.” Seorang shohabat bertanya, “Wahai Rosululloh, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?” beliau menjawab: “Yakni dia mengatakan, “Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan.” Setelah itu, dia merasa putus asa dan berhenti berdoa.” (HR. Al-Bukhori no. 6340 dan Muslim no. 2735)

Dari Jabir rodhiallohu anhu dia berkata: Saya mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهُ

مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ

“Tidaklah seseorang berdoa dengan sebuah doa melainkan Alloh memberikan kepadanya apa yang dia minta atau menolak keburukan darinya yang semisalnya, selama dia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (HR. At-Tirmizi no. 3573, Al-Albani : Shohih)

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu dia berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا, وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ.

فَقَالَ: { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ

أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ, وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ

حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Alloh itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rosul. Dia berfirman, “Wahai para Rosul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal sholih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” Dan Alloh juga berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu.” Kemudian beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut dan kakinya berdebu. Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdo’a, “Wahai Robbku, wahai Robbku.” Padahal, makanannya dari barang yang harom, minumannya dari yang harom, pakaiannya dari yang harom, dan diberi makan dengan makanan yang harom. Maka bagaimanakah Alloh akan memperkenankan doanya?” (HR. Muslim no. 1015)

Dari Huzaifah bin Al-Yaman dari Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ

عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar. Jika tidak maka niscaya Alloh akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian seluruhnya, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. At-Tirmizi no. 2169, Al-Albani : hasan)