Rabu, 26 Juni 2013

Tugas , analisa manajemen strategic untuk kasus perusahaan


Nama               : Apriyanto Muchid
Npm                 : 10209647
Kls                    : 4 EA 16

Tugas , analisa manajemen strategic untuk kasus perusahaan

Mata kuliah     : Manajemen Strategik *
Dosen               : ROOSHWAN BUDHI UTOMO

PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR,Tbk

PROFIL PERUSAHAAN
SEJARAH
1990 • Incorporated seperti PT Panganjaya Intikusuma.
1994 • Berubah nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk
• Initial Public Offering dari 763 juta lembar saham di Rp1, 000 nilai nominal per         saham, listing di Bursa Efek Indonesia.
1995 • Didapatkan penggilingan tepung Bogasari
1996 • Melakukan sebuah stock split 1:2.
1997 • Acquired 80% ekuitas saham di perkebunan, agribisnis dan perusahaan
        distribusi
         • Dilakukan sebuah rights issue 1:5 dengan tambahan saham total 305.2 juta
        saham
2000 • Melakukan sebuah stock split 1:5
         • Dikeluarkan Rp1 triliun Obligasi Seri I
2001 • Memperoleh persetujuan pada pembelian kembali saham skema dan
           peluncuran sebuah Rencana Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP).
2002 • Diimplementasikan tahap pertama ESOP, melibatkan 228.9 juta saham
         • Bought kembali 915.6 juta saham
         • Dikeluarkan US $ 280 juta Eurobonds
2003 • Diimplementasikan tahap kedua ESOP, melibatkan 58.4 juta saham
         • Dikeluarkan Rp 1,5 triliun Obligasi Seri II
2004 • Menerapkan ESOP tahap III, melibatkan 919.5 ribu saham
         • Dikeluarkan Rp1 triliun Obligasi Seri III
         • Acquired 80% memegang di sebuah perusahaan karton bergelombang
2005 • Perkembangan perusahaan patungan dengan NestlĂ©
         • Didapatkan perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat
         • Didapatkan Obligasi Konversi yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran,
        setara dengan 90,9% dari ekuitas
2006 • Early Eurobonds penebusan dari US $ 143.7 million 
         • Didapatkan 55,0% saham di perusahaan pelayaran Pacsari Pte. Ltd
         • Didapatkan tambahan perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat.
2007 • Terdaftar di Agribisnis Group di Bursa Efek Singapura dan ditempatkan
saham baru.
        • Issued Obligasi Rp2 triliun Seri IV
        • Acquired 60% saham di perusahaan perkebunan dari Rascal Holding Limited
        • Berpartisipasi dalam penerbitan izin baru PT Mitra Inti Sejati Perkebunan
          saham dan memegang 70% kepemilikan
        • Didapatkan ekuitas 64,41% saham di PT PP London Sumatra Indonesia Tbk
2008 Berpartisipasi dalam penerbitan baru PT Laju Perdana Indah saham dan
memegang 60% kepemilikan 
        • 251.837.500 saham diterbitkan kembali saham treasury dan membatalkan
          sisa saham dari 663.762.500 saham perbendaharaan
        • Acquired 100% saham Drayton Pte. Ltd yang secara efektif memiliki
          68,57% saham di PT Indolakto, perusahaan susu terkemuka
         • Acquired 100% saham perusahaan perkebunan dengan fasilitas Bulking


VISI DAN MISI

Visi
Menjadi Total Food Solutions Company

Misi
     1.Untuk terus meningkatkan karyawan kami, proses kami dan teknologi kami.
    2. Untuk menghasilkan kualitas tinggi, inovatif, dan terjangkau produk yang disukai oleh       pelanggan.
    3. Untuk memastikan ketersediaan produk-produk kami kepada pelanggan domestik dan internasional.
    4. Untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesiadengan penekanan pada gizi.



Marketing Mix pada PT Indofood

1)        PRODUCT
Brand name yang digunakan adalah Indomie. Satu bungkus Indomie standard memiliki massa 85gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu kecap manis, saus sambal, minyak palm, bubuk perasa dan bawang goreng. Indomie juga tersedia dalam versi jumbo dengan massa 120 gram Anonim,2008). Indomie memiliki rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia. Indomie pun selalu berusaha memenuhi keinginan konsumen yang semakin banyak, terbukti dengan semakin bertambahnya variasi produk Indomie, mulai dari mie goreng, mie soup, mie regional (mie dengan variasi rasa sesuai dengan masakan tradisional daerah-daerah Indonesia), mie premium, serta mie jumbo.

2)    PRICE
Indomie selain dapat dibeli perbungkus, dapat juga dibeli dengan paket 5 bungkus atau paket 1 kardus berisi 30 atau 40 indomie. Harga Indomie juga sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia, perbungkus indomie dihargai hanya sekitar Rp. 1700,-

3)    PLACES
Group Distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia, menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin di perbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin.

4)    PROMOTION
Tagline : Indomie Seleraku
Iklan : billboard, iklan TV, sponsor acara

Analisis Kondisi Keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

Tujuan dari menganalisis kondisi keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. adalah untuk menilaiki dapat diketahui apakahperusahaan telah mencapai target-target yang ingin dicapai. Dalam menganalisis kondisi keuangan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, diperlukan beberapa aspek yang perlu diketahui, antara lain : 

Aspek RatioLikuiditas
            Aspek Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahan  dalam hal membayar kewajiban jangka pendek yang telah jatuh tempo.Jadi ratio likuditas merupakan indicator yang menunjukkan apakah perusahan memiliki masalah dalam arus kas atau tidak, Alat ukur yang sering digunakan dalam menganalisis yaitu :

A. Current Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya denga menggunakan aktiva lancar yang dimiliki .
      Current Ratio = Aktiva Lancar  x 100 %
                                   Hutang Lancar

B. Cash Ratio menunjukkan kemampuan perusahan untuk membayar hutang jangka pendek dengan kas yang ada dan surat berharga lain yang dapat segera diuangkan.

     Cash Ratoi =  Kas + Surat berharga  x 100 %
                                  Hutang Lancar

C. Quick Ratio Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu :

 Quick Ratio  = Aktiva Lancar  - Persediaan x 100 %
                                          Hutang Lancar

Aspek Ratio Solvabilitas
               Merupakan suatu alat untuk menunjukkan kemampuan perusahan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahan tersebut dilikuidasikan, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.

TotaL  Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas) Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukka kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya . Rasio ini dapat dihitung denga rumus yaitu :

Total Debt to equity Ratio = Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang  x 100 %
                                                                          Modal Sendiri

Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva ) Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Total  Deb to Total Asset Ratio  =       Total Hutang  X 100 %
       Total Aktiva

Equity to Total Asset Ratio , rasio ini membandingkan antara modal sendiri dengan total aktiva. Rasio ini mengukur kemampuan total aktiva untuk memenuhi kebutuhan akan modal sendiri perusahan.

 Equity to Total Asset Ratio =         Modal Sendiri x 100 %
        Total Aktiva

Aspek Ratio Profitabilitas
            Ratio Profitabilitas merupakan  rasio untuk menilai kemampuan perusahan dalam mencari keuntungan, rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahan. Alat ukur yang dilakukan adalah profit margin, Return on investment ( ROI ), Gros profit.


Analisis perhitungan Ratio Profitabilitas sebagai berikut :
a.       Net Profit Margin Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu :
Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak  x 100 %
                                                                                           Penjualan Bersih
b.         ROI Return on Equity ( ROE ) untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
ROE =  Laba bersih setelah pajak x 100 %
                             Total  Aktiva

c.           Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor) Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Gross Profit Margin = Laba kotor  x 100 %
                                        Penjualan
LAPORAN KEUANGAN PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK

http://3.bp.blogspot.com/-mnNDZYpNXpk/UVhWN3rrBaI/AAAAAAAAAHs/hR9IL2t0uWc/s640/1.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-97xLk3ZtEx0/UVhWf3fGQII/AAAAAAAAAH0/yp000Cwn2jk/s640/3.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-JP3h4OOMsro/UVhWwbEj0eI/AAAAAAAAAIU/IvDxO7CoYZE/s640/6.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-NrSBIIPvMxM/UVhWowQTPLI/AAAAAAAAAIM/YeyZC4L7Esg/s640/4.jpghttp://2.bp.blogspot.com/-5yE_k2nsy8w/UVhWnaLDd7I/AAAAAAAAAIA/GQ14lgi9Ows/s640/2.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-cHnQhL2NIt8/UVhWncD07kI/AAAAAAAAAH8/YUP1Qq_WWIU/s640/10.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-57R8l0b_A3Q/UVhXBTp4lHI/AAAAAAAAAIk/xHI4VflqK08/s640/8.jpghttp://2.bp.blogspot.com/-4b24WljA2J4/UVhW4xKYfEI/AAAAAAAAAIc/sv8upTyocHg/s640/7.jpg






 Analisis  yang dapat di simpulkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan pada PT INDOFOOD SUKSER MAKMUR, tbk dilihat dari  Rasio Likuditas dapat di simpulkan bahwa  PT INDOFOOD SUKSER MAKMUR, tbk  pada tahun 2012 mengalami peningkatan dan perusahan ini dapat dikataka.n meningkat, peningkatan terjadi di karenakan kenaikan aktiva lancar di tahun 2012.Kondisi keuangan PT INDOFOOD SUKSER MAKMUR, tbk dalam keadaan sehat dan baik




"STRUKTUR ORGANISASI SUATU PERUSAHAAN & GARIS TANGGUNG JAWAB MASING-MASING BAGIAN PT.INDOFOOD"













Struktur organisasi perusahaan pt.indofood diatas masuk kedalam jenis departementalisasi FUNGSIONAL.
Struktur yang terdapat pada setiap organisasi pada dasarnya merupakan kerangka pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pegawai yang melaksanakan pekerjaan. Setiap unsur-unsur harus dirancang dan ditaati sebaik-baiknya, sebagai pertimbangan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Kejelasan dari struktur ini didapat dalam satu organisasi dan dapat diketahui hubungan kerjanya secara fungsional antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Susunan organisasi yang ada pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dapat dilihat pada gambar 5 dalam organisasi perlu adanya struktur organisasi, tanggung jawab dari seluruh aktivitas organisasi perusahaan. Struktur organisasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk. merupakan suatu garis lurus dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Dalam pengelolaan kegiatan perusahaan dilaksanakan oleh dewan direksi. Dewan direksi dipimpin oleh seorang direktur utama dengan dibantu tiga orang wakil direktur, serta enam direktur. Fungsi dari direktur utama adalah sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan, memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan, menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
Struktur organisasi yang ada telah berjalan dengan baik, dilengkapi dengan uraian tugas yang jelas, didalamnya telah tercermin adanya pendelegasian wewenang serta tanggung jawab yang jelas pula, serta tergambar adanya pemisahan fungsi yang memungkinkan bekerjanya sistem pengendalian intern dan pengawasan.
Job Description
1.      RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
RUPS berada paling atas pada struktur organisasi perusahaan, biasanya diadakan setiap satu tahun sekali. Didalam rapat tersebut dewan direksi berkewajiban memberikan laporan perihal jalannya perusahaan mulai dari tata usaha keuangan dari tahun buku yang lalu yang harus ditentukan dan disetujui.
2.      Dewan Komisaris
Tugas utama dewan direksi adalah mengawasi direksi dalam menjalankan kegiatan dan mengelola perusahaan. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, dewan direksi memiliki sepuluh anggota dewan direksi yang terdiri dari satu orang sebagai komisaris utama, enam anggota komisaris yang terdiri dari satu orang sebagai komisaris utama, enam anggota komisaris dan tiga anggota komisaris independent yang tidak terafiliasi dengan direksi dan dewan komisaris atau pemegang saham pengendali.
3.      Dewan Direksi
Dewan direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama dan enam orang direktur. Tugas utama dari direksi adalah menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan, memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan, menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan. Tanggung jawab dari direksi adalah untuk mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara formal direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan hal-hal penting lainnya.Selain itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.
4.      Komite Audit
Dalam rangka memenuhi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dan sejalan dengan semangat tata kelola perusahaan yang baik, dewan komisaris membentuk komite audit, komite audit dipimpin oleh seorang komisaris independen dan mempunyai tiga orang anggota yang terdiri dari satu komisaris independen dan dua professional independent yang memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam bidang keuangan.
Komite audit bertanggung jawab langsung kepada dewan komisaris. Fungsi utama dari komite audit adalah membantu dewan komisaris untuk menjalankan peran pengendalian yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.                   memberikan saran kepada dewan komisaris atas laporan dan hal-hal yang disampaikan direksi.
b.                  Mengidentifikasi hal-hal yang harus ditindak lanjuti oleh dewan komisaris.
c.                   Melakukan tugas-tugas yang diberikan dan yang terkait dengan peran dewan komisaris dalam hal pengendalian.
Disamping itu, komite audit memberikan opini yang independen dan profesional atas aspek-aspek kepatuhan, kontrol, manajemen resiko serta aktifitas audit internal dan eksternal. Komite audit juga terlibat dalam pemilihan dan penunjukkan akuntan publik dengan mempertimbangkan independensi dan objektifitas dari para auditor.
5.      Sekretaris Perusahaan
Sekretaris perusahaan berfungsi sebagai penghubung antara perseroan dengan institusi pasar modal, para pemegang saham, dan masyarakat. Sekretaris bertanggung jawab untuk memonitor kepatuhan terhadap peraturan dan ketentuan pasar modal.

Analisis eksternal , Pesaing
Saat ini persaingan produk-produk di Indonesia semakin ketat yang salah satunya ditunjukkan oleh produk Indofood dengan produk Wingfood terutama dibidang mie instan dengan memanfaatkan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap makanan cepat saji. Tidak heran jika perusahaan-perusahaan baru melirik pasar dibidang ini.
Munculnya pendatang baru produsen mie instan PT Sayap Mas Utama dengan produknya Mi Sedap cukup mengejutkan. Beberapa pakar pemasaran mengingatkan agar PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang selama ini menjadi pemimpin pasar mie instan lebih waspada.
Walaupun tidak seagresif Mie Sedaap, ada beberapa produk mi instan yang juga patut diperhatikan. Perusahaan-perusahaan itu, masuk ke bisnis mie dengan cara menggaet orang-orang eks Indofood. Mereka masuk dengan cara mengincar segmen khusus. Salami misalnya, menggunakan segmen religius. Unilever membidik pasar remaja menengah atas. Sedangkan segmen pasar Mie Sedaap adalah menengah ke bawah.
Target awal Mie Sedaap, untuk konsumsi sopir dan pembantu rumah tangga. Tetapi karena rasa minya enak, mereka kemudian merekomendasikan ke majikan. Itulah yang kini terjadi. Secara berlahan Mi Sedap mulai menggerogoti pangsa pasar mi produk Indofood.
Dengan banyaknya permintaan atas produk ini tentu pemilik toko dan gerai akan berpikir dua kali untuk tidak menyediakannya. Kenapa menolak produk yang banyak dicari konsumen tentu pikir mereka. Akhirnya Indofood menggunakan strategi seperti iklan terlampir untuk menandingi harga & popularitas Mie Sedaap yang melejit, selain itu juga meluncurkan merek tandingan Mie Sayaap dan mengubah Supermie Sedaaap (3 a) dan Sarimi Besaar untuk membuat nama merek 'sedap' seolah menjadi tenggelam.
Meski demikian, hingga saat ini Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih menguasai pasar. Dominasinya begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran. Jika 2002 Indomie menguasai sekitar 90% pangsa pasar mi instan, tahun lalu menurun menjadi 75%. Sisanya yang 25% dikeroyok merek mi instan lainnya. Kemunduran itu patut diwaspadai. Apalagi baru-baru ini muncul Mie Sedap milik PT Sayap Mas Utama yang merupakan grup dari kelompok Wings. Meski produk ini baru diluncurkan pada Mei 2003 dan baru didistribusikan di Pulau Jawa dan Bali, namun namanya sudah mulai diperbincangkan di kalangan pembeli di warung-warung, bahkan pasarh swalayan.
Ketatnya persaingan produk mi instan disadari benar oleh manajemen PT Indofood. Sumber yang tidak mau disebut namanya mengakui bahwa saat ini penguasaan Indofood terhadap pasar mi instan menurun dari 90% menjadi 75%.
Tentang strategi menghadapi persaingan, Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present, Pre-empting the Future. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth, memanfaatkan competitive advantage melalui scale, scope, span, dan speed. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. Di samping itu tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin.

Kesimpulan
Kini Genderang perang Wings dan Indofood telah ditabuh. Dua raksasa itu terlihat tidak main-main dalam mempertahankan diri sekaligus menyerang bisnis inti pesaingnya demi menjaga eksistensi kerajaan bisnisnya. Tentu yang diuntungkan dalam hal ini adalah konsumen. Karena menikmati produk dengan kualitas lebih baik dan harga, bisa jadi, lebih murah.
Mie sedaap sendiri mempunyai keunggulan dari harganya yang lebih
murah, kalau soal rasa setiap konsumen mempunyai penilaian tersendiri. karena tentu saja mempunyai selera rasa yang berbeda. Yang menarik dari pertarungan antara indomie vs mie sedaap adalah karena pertarungan itu merupakan bagian dari pertarungan antara Indofood vs wingfood.

Analisis SWOT PT. INDOFOOD
ANALISIS SWOT PT. Indofood

KEKUATAN

1. Keahlian dalam cita rasa Indonesia
2. Produksi rendah biaya
3. Jangkauan distribusi luas
4. Kecepatan dalam menjangkau konsumen
5. Brand yang sudah terkenal

KELEMAHAN

1. Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2. Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh Indofood
3. Permintaan pasar yang belum terpenuhi

PELUANG

1. Melakukan ekspansi ke luar negeri
2. Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk yang sejenis
3. Melakukan diversifikasi terhadap produk lain

ANCAMAN

1. Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal iklan maupun inovasi
2. Tidak fokus terhadap satu jenis produk

Sentralisasi

Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar